Minggu, 30 Maret 2014

Hiduplah dengan Life Triangel


Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu’alaikum sahabat J
Malam ini saya mau barbagi sama kalian tentang apa yang saya dapat sejak tadi pagi. Alhamdulillah pagi tadi saya sempat mengikuti sebuah acara keputrian akbar di salah satu SMA di Jakarta Barat. Hehee kebetulan emang saya juga panitia dalam acara keputrian itu. MasyaAllah ternyata pesertanya banyak banget dan antusias mereka semua sangat luar biasa. Saya berharap acara ini bisa bermanfaat untuk para generasi muda islam.
Pembicara di acara keputrian tadi ada 2, yang pertama ada Meyda Sefira. Tahu kan siapa beliau? Yup, beliau itu pemain di KCB sebagai adiknya Muhammad azam, namanya… siapa ya… aduh maaf lupa ._.v sebenernya saya cuma mau kasih tahu kalo beliau itu masyaAllah cantik begete, tinggi banget lagi -_-huhuu saya merasa pendek berdiri dekat beliau. Pokoknya beda banget sama yang di televisi. Kemarin beliau memberikan meteri tentang “Be A Muslimah Agent Who Will Change The World” katanya sih materinya seru dan bagus, Cuma sayangnya saya gak bisa ikutin meteri beliau karna ada tugas yang harus dikerjakan *maklum panitia sibuk, hahaa ._.v*  saya dan teman dapet tugas buat ngeprint dan itu lumayan lama. Sebenernya di perjalanan kita agak khawatir, takut ga kebagian foto sama ka Meyda Sefira :3 tapiii Alhamdulillah yang namanya masih rezeki, akhirnya saya dan teman saya dapet juga foto bareng sama beliau. Dan lihat saja beliau paling tinggi, huhuu -_- *harus banyak-banyakin loncat nih kalo pagi*


*maaf banget saya ga bisa share materi ka Meyda Sefira -_-

Tapiii pembicara kedua, saya sempat menyimaknya ya walaupun ga dari awal. Setelah sesi foto bersama ka Meyda Sefira, saya dan teman-teman masuk ke ruang auditorium untuk mendengarkan materi selanjutnya. Daaaannn saya ga dapet tempat paling depan karna penuh -_- bingung, mau masuk tapi ga kebagian tempat. Apa yang harus saya lakukan??? Saya bertapa siang dan malam, melewati lembah, melewati gunung, bertemu dengan ninja hatori, saya bertanya tapi dia juga bingung. Saya tambah bingung karna ternyata saya kesasar saya meminjam petanya dora, tapi itu peta benua amerika bukan asia. Saya terus berjalan sampai tiba di Jepang, lalu saya bertemu doraemon dan dia menolong saya dengan pintu ajaibnya, dan kembalilah saya ke sekolah :D setelah menginjakan kaki kembali di sekolah, saya melihat pintu belakan auditorium terbuka lebar-lebar dengan cahya putih yang seolah memanggil saya “ayooo masuklah kemari…” saya pun terhipnotis oleh cahaya itu dan masuk lewat pintu belakang. Dan apa yang terjadi selanjutnya??? Saya dapat mengikuti dan mendengarkan materi nya dengan baik tampa kesempitan, karna ruang belakang agak sedikit lenggang. Hahaa itulah nikmat yang saya dapat karna ga kebagian tempat di depan, bisa denger materi sambil selonjoran kaki :3 pembicara ke dua ini namanya ka Febrianti Almeera lebih terkelnal dengan @pewski. Penulis buku Be A Great Muslimah dan founder dari Great Muslimah. masyaAlah beliau juga cantik banget 11 12 lah sama yang nulis, hehe. Saat pemberian materi, ada soundtrack sountracknya gitu dan itu beliau yang nyanyi, duileehh suaranya bangus banget bening lagi. Dan ternyata beliau itu juga seorang penyanyi, panteeesss -_-


Ka Pewski ini memberikan training motivasi pada peserta keputriannya. Dia mencaritakan bagaimana kisah masa lalunya yang kelam sebagai pembukaan. Tapi Alhamdulillah berkat pertlongan Allah beliau memutuskan untuk hijrah dan terus belajar menjadi seorang muslimah yang baik.

Materi kedua ini juga saya ga ikutin dari awal, jadi kurang tau gimana caerita awalnya. Tapi beliau bilang
“sekelam apapun masa lalu manusia, dia masih memiliki hak untuk menjadi lebih baik”
“sejahat apapun manusia, pasti masih ada kebaikan di hatinya”
Materi yang saya dapat adalah “LIFE TRIANGEL”. Ka Pewski bilang kalo mau jadi muslim/muslimah yang baik kita harus menerapkan life triangle ini. Apa itu life triangle??


 1.       Focus to Allah
Maksudnya kita selalu menghadirkan Allah pada kejadian yang kita alami. Kita selalu mengaitkan Allah pada hidup kita. kita selalu mengingat Allah ketika masalah menghampiri (positif atau negatif). Pokoknya Allah selalu ada di pikiran kita J

Misalnya, saat ada seorang teman yang ngeliatin kita ampun deh sesuatu banget, dari atas sampe bawah dengan pandangan sinis -_-. seorang yang tidak memfokus kan dirinya pada Allah akan berkata “ yaampun, kenapa si dia ngeliatin gue terus? Sinis banget lagi tampangnya, kan risih. Rese banget deh. Apa jangan-jangan dia gitu ya orangnya?” hahaa beda sama yang memfokuskan dirinya pada Allah, “dia kenapa ngeliatin gue gitu ya? yaAllah apa maksudmu menghadirkan kejadian ini pada saya? Pikir-pikir, kira-kira Allah mau gue belajar apa dari orang ini atu kejadian ini” nah, orang yang memfokuskan dirinya pada Allah akan selalu berpositif thinking tanpa seudzon.

Ketika kita memfokuskan diri pada Allah. Dan saat kita menghadapi sebuah kejadian, kita akan selalu berfikir “kira-kira apa maksud Allah memberikan kejadian ini pada saya?” “apa yang Allah ingin saya pelajari dari kejadian ini?” Dan semua pertanyaan merujuk pada Allah. Dengan begitu kita selalu menjadi hambanya yang positif thingking dan terus belajar atas semua kejadian. Karna Allah tidak pernah memberikan sesuatu pada hambanya hanya karna iseng. Semua yang Allah berikan pada kita pasti ada maksudnya, maka itu kita disuruh berfikir untuk mengerti maksudnya dan belajar dari sana.

2.   Fokus to me
Seperti yang saya tulis tadi, Allah tidak pernah memberikan sesuatu pada hambanya hanya karna iseng. Begitupun saat Allah menciptakan kita. semua orang diciptakan pasti ada maksud dan tujuannya. Mau dijadikan apa dan siapa dia di bumi nanti? Dan Allah telah memberikan semua manusia potensi untuk menunjuang maksud penciptaannya itu.
Semua muslim di muka bumi ini adalah khalifah dan hamba. Itu adalah tugas kita, maka jadilah hamba yang baik, yang taat pada Raab nya. Jadilah khalifah yang bijaksana terlebih pada diri sendiri.

So, ketika kita tahu bahwa Allah menciptakan kita untuk menjadi sesuatu, maka berbahagialah dan jangan pernah berfikir bahwa kita itu tidak penting, kita tidak berguna di bumi ini. Adoh adoooh please deh, itu tanda orang pesimistis. Jadilah manusia yang penuh optimis dalam melihat kehidupan,karna Allah menciptakan kita untuk menjadi sesuatu.
Jadi, berkarya lah, apapun itu di bidang yang kalian suka dan nikmatilah. Maka kebahagiaan akan menghampiri kalian.

“kita harus meninggalkan dunia dengan meninggalkan jejak”
“karya itu adalah sebuah pembuktian bahwa kita pernah hidup”

Jangan sampai ketika kita hidup kita tidak pernah berbuat karya satupun. Dan ketika kita pergi meninggalkan dunia ini, maka yasudahlah. Tidak ada jejak dan pembuktian kalau kita pernah berdiri di bumi ini. Sangat menyedihkan. Jadii semangat berkarya sahabat J

3.       Focus to Others
Kalian pasti tahu gelas kan? Kebangetan kalo ga tau apa gelas. Gelas itu ruangan anak-anak belajar di sekolah. itu kelas hehe ._.v

Okey, kembali ke gelas. Perhatika sebuah gelas dan anggap gelas itu adalah diri kita. seberapa banyak gelas mampu menampung air? Ya seukuran gelas itu kan? Kalau kelebihan, maka airnya bisa luber dan tidak terpakai. Begitupun dengan diri kita. ketika kita hanya memfokuskan diri pada diri sendiri, maka sesuatu yang kita dapatkan dari Allah pun hanya seukuran kita. tapi lihatlah sebuah ember yang lebih besar dari gelas, danau yang lebih besar dari sebuah ember, laut yang lebih besar dari ukuran danau, dan samudra yang sangat-sangat luas.berapa banyak air di samudara? Banyak dan sangat banyak. maka jadilah kita seperti  samudra itu. kita yang sedang berbagi terhadap orang lain, kita yang suka berbagi dan menolong dengan air-air yang kita miliki. Maka Allah akan memberikan kita lebih banyak lagi air untuk terus dibagi-bagikan. Dan seperti itulah kita, semakin banyak kita berbagi pada orang sekitar, Allah akan menambahkan nikmatnya pada kita.

“ilmu yang dibagi-bagikan itu akan mejadi amal jariyah untuk kita yang akan sangat  bermanfaat”
“kita tidak akan pernah miskin dengan berbagi”
“Allah akan menolong hambanya yang senang menolong saudaranya”

Ya begitulah. Focus to others, berarti kita perduli dengan lingkungan sekitar, kita perduli dengan saudara-saudara kita. atau kata bapak saya “hiduplah, belajar, berprestasi, dan berkontribusi. Berbagilah dengan orang sekitar”
Karna berbagi itu indaaaaahhhhh banget J


Nah itulah sedikit materi yang saya dapatkan dari ka pewski. Semoga bisa bermanfaat buat saya dan yang membaca. Kalo kata ka pewski kemarin, udah dapet tolong terapkan biar jadi amal jariah buat ka pewski, hehee

 Oiya dengan kita menerapkan “LIFE TRIANGEL” di kehidupan kita, kita telah menjadi seorang muslim/muslimah yang SYARI-BERPRESTASI-MENGINSPIRASI. Senengkan kalau bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain? Bahagia di dunia, bahagia juga di akhirat.

“Great muslimah berbahagialah kau tunjukan pada dunia
kau mampu warnai dunia, kau warnai langit indah dengan cinta” J
 cuplikan lirik lagu ka pewski-great muslimah


Sebenernya masih ada tentang filosofi bola basket yang saya dapet dari ka pewski juga. Tapi udah capek ngetik. Lain kali saya lanjut share tentang filosofi bola basketnya yaaa. Dan mau share juga tentang pengalaman mewawancarai kedua pembicara hebat itu. hihii :3

Semoga bermanfaat dan maaf kalo ada kesalahan. Wassalamu’alaikum~
 





 

Sabtu, 29 Maret 2014

IKHLAS

Jika ada kader dakwah merasakan kekeringan ruhiyah, kegersangan ukhuwah, kekerasan hati, hasad, perselisihan, friksi, dan perbedaan pendapat yang mengarah ke permusuhan, berarti ada masalah besar dalam tubuh mereka. Dan itu tidak boleh dibiarkan. Butuh solusi tepat dan segera.
Jika merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan menemukan pangkal masalahnya, yaitu hati yang rusak karena kecenderungan pada syahwat. “Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj: 46). Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati.” (Muttafaqun ‘alaihi). Imam Al-Ghazali pernah ditanya, “Apa mungkin para ulama (para dai) saling berselisih?” Ia menjawab,” Mereka akan berselisih jika masuk pada kepentingan dunia.”
Karena itu, pengobatan hati harus lebih diprioritaskan dari pengobatan fisik. Hati adalah pangkal segala kebaikan dan keburukan. Dan obat hati yang paling mujarab hanya ada dalam satu kata ini: ikhlas.
Kedudukan Ikhlas
Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162). Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” Rasulullah saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”
Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”
Fudhail bin Iyadh memahami kata ihsan dalam firman Allah surat Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” dengan makna akhlasahu (yang paling ikhlas) dan ashwabahu (yang paling benar). Katanya, “Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar, maka tidak diterima. Dan jika amal itu benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima. Sehingga, amal itu harus ikhlas dan benar. Ikhlas jika dilakukan karena Allah Azza wa Jalla dan benar jika dilakukan sesuai sunnah.” Pendapat Fudhail ini disandarkan pada firman Allah swt. di surat Al-Kahfi ayat 110.
Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya, “Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”
Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.” Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”
Makna Ikhlas
Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.
Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.
Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.
Karena itu, bagi seorang dai makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian si dai menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dai yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘Allahu Ghayaatunaa‘, Allah tujuan kami, dalam segala aktivitas mengisi hidupnya.
Buruknya Riya
Makna riya adalah seorang muslim memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan mendapat posisi, kedudukan, pujian, dan segala bentuk keduniaan lainnya. Riya merupakan sifat atau ciri khas orang-orang munafik. Disebutkan dalam surat An-Nisaa ayat 142, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”
Riya juga merupakan salah satu cabang dari kemusyrikan. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Riya. Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya, ‘Pergilah pada yang kamu berbuat riya di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu mendapatkan balasannya?’” (HR Ahmad).
Dan orang yang berbuat riya pasti mendapat hukuman dari Allah swt. Orang-orang yang telah melakukan amal-amal terbaik, apakah itu mujahid, ustadz, dan orang yang senantiasa berinfak, semuanya diseret ke neraka karena amal mereka tidak ikhlas kepada Allah. Kata Rasulullah saw., “Siapa yang menuntut ilmu, dan tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan perhiasan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan wangi-wangi surga di hari akhir.” (HR Abu Dawud)
Ciri Orang Yang Ikhlas
Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:
1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”
Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.
Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”
2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)
Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.
3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.
Para dai yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu mereka senantiasa membangun amal jama’i dalam dakwahnya. Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/05/03/582/tiga-ciri-orang-ikhlas/#ixzz2xMUKyF10 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Jumat, 14 Maret 2014

He Never Knows My Feeling



Bismillahirrahmanirrahim..

Gua bisa tebak, pertama kali baca judul ini pasti banyak dugaan yang terlintas di kepala kalian. It’s okey… -_-

Huaaa actually gua gak biasa buat posting kayak ginian. Entah apa yag terjadi sama gua malam ini, rasanya gue mau tulis semua uneg-uneg gua. Gak semua sih. Tenang gua fikir ini masih dalam batas aturan yang gua buat sendiri kok.

He? Iya He artinya dia. Dia siapa? Ah, sudahlah.

Intinya, dia itu temen gua *insyaAllah* dan dia juga tetangga gua selama 5 tahun ini. Dia anak laki-laki dan sekarang duduk di kelas 12 di sebuah sekolah swasta yang ada di Indonesia. Terus apa masalahnya? Jadi, selama 5 tahun bertetangga gua sama dia gak pernah ngomong kecuali tentang hal-hal yang urgent bingits. Huhuuu, sebenernya dia anaknya welcome dan friendly keliatan banget dari kesehariannya (jangan mikir gua ngintilin dia terus, kita tetangga bro bener-bener deket banget) tapi ya kesalahan terletak di gua. Gua yang selalu tertutup sama dia, alhasil 5 tahun tetanggaan kita ga saling tahu satu sama lain, parah banget ga si? Atau biasa aja? ckckk

Kejadian diperparah ketika orangtua gua minta tolong ke dia buat selalu berangkat bareng sama gua SETIAP HARI -_-. Kebetulan emang gak cuma rumah kita aja yang tetanggaan, tapi sekolah juga!! dempet malah-_- tapi selama 2 tahun jadi anak SMA gua gak pernah berangkat bareng dia. Awalnya dia emang selalu nawarin buat bareng, tapi gua gak biasa takut risih, akhirnya gua selalu menolak dengan halus. Sebenernya masalah bareng itu, gua udah coba ngomong sama mama kalo gua gak mau berangkat bareng, lebih rela deh naik angkot tapi bapak gak ngizinin buat naik angkot dikarnakan rumah gua yang jauh dari sekolah. Ga ada pilihan lain, gua terima. Gua sebenernya tergolong anak yang tertutup sama lawan jenis, kecuali beberapa. Itu udah jadi pilihan gua, karna gua termasuk anak yang sensitive.

Lalu? Yah awal-awal gak ada yang kita omongin, gua juga bingung harus ngomong apa, harus nanya apa? Masa gua harus nanya “tadi sarapannya sama apa?” aduuh siapa gua? Alhasil gua selalu milih diem. Bebeapa minggu berangkat bareng kita tetep diem, sampai akhirnya dia bilang sama mama gua “naik motor sama *namague* ga enak. Dari pertama naik sampe turun diem aja gak ngomong apa-apa” gilaaaaa pas mama gua cerita itu ke gua, aduh malu banget. Ternyata dia gak suka kalo gua diem aja. Sebenernya pernyataan dia bikin gua tambah risih dan merasa bersalah juga sih -_-.
Percakapan terpanjang kita adalah tentang banjir *aneh* entah tapi hari itu, banjir menjadi topik yang menarik buat diperbincangkan. Emang si awalnya dia yang ngomong duluan, gua mana berani.

Dan kabar buruknya sampai saat ini gua masih berangkat bare g sama dia, cuma gua ga sediem dulu. Saking ga enaknya “kadang” sebelum berangkat gua selalu siapin kata-kata atau topik yang bakal diomongin nanti, sayangnya ini jarang berhasil kebanyakan hanya rencana. Udah hampir 4 bulan kita berangkat bareng, tapi tetep aja gua gak tau dia suka warna apa, suka kartun apa, suka pelajaran apa, dan sekolah dia kayak gimana. Begitupun sebaliknya. Dan kalo di rumah ketemu, kita diem aja, gak tau harus ngomong apa. Seolah-olah tadi pagi gak ada kejadian apa-apa, padahal kita berangkat bareng -_-

Lucunya kejadian yang gua alami ini, buat gua tahu kenapa kalo ada cowok yang mau nyatain perasaannya dia selalu grogi dan nyiapin kata-kata beberapa bulan lamanya. Hal ini juga bikin gua tahu kenapa kalo orang mau ngajak kenalan itu bingung harus mulai dari mana. Gila, gua bener-bener ngalamin hal itu. setiap kali gua mau ngomong sama dia, gua selalu bingung harus mulai dari mana, pilihan katanya gimana, intonasinya gimana, pemilihan diksi bener-bener gua perhatiin. Dan yang paling gua fikirin, kira-kira dia bakal mikir apa tentang pertanyaan gua itu. Padahal kenyataannya diri ini pengen banget ngobrol sama dia. Cerita banyak hal tentang sekolah gua, nanya banyak hal tentang sekolahnya dia, mau lanjut kemana nanti? Mau juga ngucapin kaliamat yang bisa nyemangatin dia buat menghadapi ujian nanti meskipun cuma sekali. Tapi gua gak pernah berani. Entah gua terlalu takut.

Jujur sebenernya gua bingung kenapa gua kayak gini. Gua pernah cerita sama temen sekelas tentang ini, dan dia bilang itu tandanya gua suka sama dia. Gua ngelak!! Karna dari awal gua udah bilang sama diri sendiri buat gak suka sama dia. Gua gak mau punya rasa suka sama lawan jenis untuk saat ini, ets bukan berarti gua gak normal. Cuma, ya seperti yang gua bilang tadi, gua itu sensitive, begitupun sama perasaan gua. Setiap kali gua suka sama orang bakal bikin gua susah konsentrasi, rasanya mau ketemu si doi mulu dan itu bener-bener ngeganggu segala aktifitas gua. Makanya gua gak mau suka sama dia, apalagi kita tetangga, adooohh udah deh. Tapi gua juga bingung kadang kalo lagi di luar gua selalu negok ke rumah dia, entah apa yang dicari. Sebenernya sih mau nyari dia, tapi gua selalu nolak “cari sandal gua yang kelempar kesana” hahaa alasan yang gak masuka akal.

Sebernya bukan bermaksud membohongi perasaan atau tidak menerima kenyataan, tapi gua fikir Silent is better. Hopefull setelah ini, perasaan gua ke dia yang entah seperti apa -gua juga masih bingung- bakal hilang. Satu hal yang gua pelajari, ketika kita mimiliki perasaan suka dengan lawan jenis yang belum halal, maka kita harus dengan tega membuang perasaan itu jauh-jauh. Dan itu yang terjadi sama gua. Yaudahlah ya, kalau nanti emang jodoh akhir cerita ini gak akan absurd lagi kok, tapi bakal jadi happy ending yang bener-bener happy. hahaa~~~

Minggu, 09 Maret 2014

introduction

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ohaiyou minnasan
Alhamdulillah di tengah cuaca yang dingin-dingin empuk kayak gini, akhirnya gue berhasil juga membuat sebuah blog. sebenernya ini blog ke 6 yang pernah gue buat, tapi sayang kelima blog gue yang sebelumnya meninggal dunia *innalillahi* gue termasuk golongan remaja mood-mood an. jadi kalo lagi mood buat ngeblog, gue bisa lupa waktu. tapi kalo bosen ngeblog, wets bisa berbulan-bulan ni blog kagak dibuka, makanya blog gue yang sebelumnya pada mati karna gue lupa terus sama passwordnya. gue tau kebiasaan ini gak baik, tapi ya itulah gue tipikal remaja yang bosenan.

udahlah ya, gue fikir dengan munculnya blog baru ini gue bisa membuka lembaran baru yang lebih indah dan lebih bermanfaat pastinya. dan semoga gue gak lupa-lupa lagi deh sama passwordnya dan hopefully, this's the last blog that I made. hahaa

insyaAllah after this I'll more active here, dalam catatan kalo kuota internet gue gak abis broo, ya you know lah gimana keadaan kantong pelajar. but beside that, gue bakal usahain buat ngisi blog ini dengan informasi-informasi yang berguna. mungkin gue juga kadang-kadang curhat disini, dan bisa juga gue ngeshare cerpen-cerpen gue disini.

so have a nice reading in my blog guys.... ._.v
#i'm a dream catcher