Sabtu, 30 Agustus 2014

PIKIRKANLAH MEREKA WALAU HANYA SEBENTAR




Assalamu’alaikum wr.wb sahabat…

Gimana kabar kalian? Semoga selalu diberikan kesahatan oleh Allah SWT.

Oiya sahabat, kalian tau kan tukang air gerobak dorong? Pasti tau donggg… bapak-bapak atau mang-mang perkasa yang selalu bawa air PAM dengan gerobak dorongnya, berkeliling kampung untuk dijual. Kalo di Jakarta sih mereka udah familiar, soalnya di Jakarta udah susah buat cari air bersih. Nah gimana? Udah tau kan? Terus, pernah gak sih kalian memikirkan pekerjaan mereka, sebentaaaarrrr aja! Jujur, meskipun mang-mang air ini suka lewat depan rumahku setiap pagi dan sore, tapi aku selalu tak acuh. Huhuuu jahat ya aku?-_-

Bukan tak acuh berarti sombong. Aku masih suka menyapa mereka sampai tulisan ini dibuat, sekedar ngobrol aku juga sering. Tapi, aku gak pernah berfikir apapun tentang pekerjaan mereka. Sedikitpun tidak!!

Siang tadi, tanggal 14 Agustus 2014, tepat hari Pramuka, aku pulang sekolah menggunakan jasa angkutan umum. Saat itu hanya aku dan satu temanku saja yang anak sekolah, selebihnya bapak-bapak dan seorang ibu. Gak ada yang special saat perjalanan pulang, karna semua berjalan sama saja seperti biasa *orang rutenya tiap hari itu-itu aja*. Sampai  di sebuah pertigaan jalan, seperti biasa mobil angkutan umum banyak yang berhenti sebentar untuk mencari penumpang, dan begitupun dengan angkot yang aku tumpangi. Lama menunggu penumpang tambahan, yaaa sekitar 15 menitan lah, angkotpun jalan. Saat angkot yang ku tumpang mau jalan, hampir saja angkot ini menabrak tukang air gerobak :o. Aku dan semua penumpang di angkot itu sangat kaget, tapi alahmdulillah tragedi itu hanya sebatas ‘hampir’. Aku sempat melihat ekspresi bapak tukang grobaknya, beliau benar-benar kaget. Wajahnya kelihatan lelah dan keringat dimana-mana.  Saat itu aku langsung merasa, kalau aku bisa merasakan apa yang bapak itu rasakan *sok banget ya? Hee…* tapi dengan lihat wajahnya yang lelah seperti itu, aku jadi tau betapa melelahkannya pekerjaan bapak itu.

 Jam setengah 6 pagi, abang-abang tukang air selalu sudah ontime di depan rumah, menawarkan air yang dibawanya kesemua orang. Pagi hari bisa sekitar 3-4 kali putaran, lalu siang dan ditambah sore hari. Aduuuuhh kalo aku jadi mereka mungkin gak akan kuat bawa air seberat itu setiap hari keliling-liling kampung. Tapi, kalo gak ada mereka juga kita bisa kesusahan untuk mendapatkan air bersih. Tempat mereka mengambil air bersihnya (maaf, aku kurang tau apa namanya) biasanya lumayan jauh, terus gak semua orang sempet untuk mendorong-dorong air seperti itu, mereka punya kesibukan masing-masing. Nah, apa jadinya kalau para tukang air itu tidak ada? Wahwah… bisa jadi kita yang disuruh orang tua buat ngambil air itu dan mendorongnya sampai ke rumah, 4kali dalam seminggu. Adoooh capek banget, bisa-bisa badan pada encok semua. Yang ada malah manggil tukang urut dan keluar biaya yang lebih mahal.

Jadiiii saat itu, di dalam angkot yang pengap dan sempit itu aku tersadarkan seperti mendapat ilham bahwa abang tukang air sangatlah penting bagi kehidupanku, kehidupan kalian, dan kehidupan banyak orang. Setiap hari membawakan air bersih ke rumah-rumah, benar-benar membantu. Sooo kurang pantas rasanya kalau kita masih menganggap mereka orang lain, orang kecil, orang yang kurang berarti karna pekerjaan mereka juga pekerjaan kecil *kelihatannya.

Melihat kejadian itu, aku mulai membuka mata tentang betapa pentingnya semua pekerjaan. Banyak hal-hal kecil, pekerjaan kecil yang kelihatannya sepele dan rendah, padahal mereka sangat berarti bagi kita. Kita membutuhkan banyak hal, dan kita tidak bisa mendapatkan itu sendirian. Kita membutuhkan orang lain. Sekecil apapun sebuah pekerjaan, mereka tetap berarti  dan berjasa untuk kehidupan kita J


Terimakasih banyak bapak tukang air J Terima kasih banyak untuk kalian semua. Apapun pekerjaan kalian, kalian sangat berarti bagi kehidupan banyak manusia. Sekali lagi terimakasih banyak JJ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar