PIKIRKANLAH MEREKA WALAU HANYA
SEBENTAR
Assalamu’alaikum wr.wb sahabat…
Gimana kabar kalian? Semoga selalu diberikan kesahatan oleh
Allah SWT.
Oiya sahabat, kalian tau kan tukang air gerobak dorong?
Pasti tau donggg… bapak-bapak atau mang-mang perkasa yang selalu bawa air PAM
dengan gerobak dorongnya, berkeliling kampung untuk dijual. Kalo di Jakarta sih
mereka udah familiar, soalnya di Jakarta udah susah buat cari air bersih. Nah
gimana? Udah tau kan? Terus, pernah gak sih kalian memikirkan pekerjaan mereka,
sebentaaaarrrr aja! Jujur, meskipun mang-mang air ini suka lewat depan rumahku
setiap pagi dan sore, tapi aku selalu tak acuh. Huhuuu jahat ya aku?-_-
Bukan tak acuh berarti sombong. Aku masih suka menyapa
mereka sampai tulisan ini dibuat, sekedar ngobrol aku juga sering. Tapi, aku
gak pernah berfikir apapun tentang pekerjaan mereka. Sedikitpun tidak!!
Siang tadi, tanggal 14 Agustus 2014, tepat hari Pramuka, aku
pulang sekolah menggunakan jasa angkutan umum. Saat itu hanya aku dan satu temanku
saja yang anak sekolah, selebihnya bapak-bapak dan seorang ibu. Gak ada yang special
saat perjalanan pulang, karna semua berjalan sama saja seperti biasa *orang
rutenya tiap hari itu-itu aja*. Sampai di sebuah pertigaan jalan, seperti biasa mobil
angkutan umum banyak yang berhenti sebentar untuk mencari penumpang, dan
begitupun dengan angkot yang aku tumpangi. Lama menunggu penumpang tambahan,
yaaa sekitar 15 menitan lah, angkotpun jalan. Saat angkot yang ku tumpang mau
jalan, hampir saja angkot ini menabrak tukang air gerobak :o. Aku dan semua
penumpang di angkot itu sangat kaget, tapi alahmdulillah tragedi itu hanya
sebatas ‘hampir’. Aku sempat melihat ekspresi bapak tukang grobaknya, beliau
benar-benar kaget. Wajahnya kelihatan lelah dan keringat dimana-mana. Saat itu aku langsung merasa, kalau aku bisa
merasakan apa yang bapak itu rasakan *sok banget ya? Hee…* tapi dengan lihat wajahnya
yang lelah seperti itu, aku jadi tau betapa melelahkannya pekerjaan bapak itu.
Jam setengah 6 pagi,
abang-abang tukang air selalu sudah ontime di depan rumah, menawarkan air yang
dibawanya kesemua orang. Pagi hari bisa sekitar 3-4 kali putaran, lalu siang
dan ditambah sore hari. Aduuuuhh kalo aku jadi mereka mungkin gak akan kuat
bawa air seberat itu setiap hari keliling-liling kampung. Tapi, kalo gak ada
mereka juga kita bisa kesusahan untuk mendapatkan air bersih. Tempat mereka
mengambil air bersihnya (maaf, aku kurang tau apa namanya) biasanya lumayan
jauh, terus gak semua orang sempet untuk mendorong-dorong air seperti itu,
mereka punya kesibukan masing-masing. Nah, apa jadinya kalau para tukang air
itu tidak ada? Wahwah… bisa jadi kita yang disuruh orang tua buat ngambil air
itu dan mendorongnya sampai ke rumah, 4kali dalam seminggu. Adoooh capek
banget, bisa-bisa badan pada encok semua. Yang ada malah manggil tukang urut
dan keluar biaya yang lebih mahal.
Jadiiii saat itu, di dalam angkot yang pengap dan sempit itu
aku tersadarkan seperti mendapat ilham bahwa abang tukang air sangatlah penting
bagi kehidupanku, kehidupan kalian, dan kehidupan banyak orang. Setiap hari
membawakan air bersih ke rumah-rumah, benar-benar membantu. Sooo kurang pantas
rasanya kalau kita masih menganggap mereka orang lain, orang kecil, orang yang
kurang berarti karna pekerjaan mereka juga pekerjaan kecil *kelihatannya.
Melihat kejadian itu, aku mulai membuka mata tentang betapa
pentingnya semua pekerjaan. Banyak hal-hal kecil, pekerjaan kecil yang
kelihatannya sepele dan rendah, padahal mereka sangat berarti bagi kita. Kita membutuhkan banyak hal, dan kita tidak bisa mendapatkan itu
sendirian. Kita membutuhkan orang lain. Sekecil apapun sebuah
pekerjaan, mereka tetap berarti dan
berjasa untuk kehidupan kita J
Terimakasih banyak bapak tukang air J Terima kasih banyak untuk
kalian semua. Apapun pekerjaan kalian, kalian sangat berarti bagi kehidupan
banyak manusia. Sekali lagi terimakasih banyak JJ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar