Selasa, 20 Mei 2014

Filosofi Bola Basket "Setelah Kesulitan Ada Kemudahan. Setelah Ada Masalah Ada Hadiah"


Assalamu’alaikum …
Ohaiyou… saya hadir kembali untuk mengisi blog ini :D hahaa setelah sekian lama menghilang dari permukaan.  Maaf ya udah lama banget ga nge-blog. Entah kayaknya kalo mau nulis tuh males aja, padahal kuota penuh hahaa ._.v
Kali ini saya mau nepatin janji buat nulis tentang filosofi bola basket dari ka Pewski waktu acara keputrian kemarin :D *udahlamagila, mudah-mudahan ga basi*
Mulai dari mana ya? Langsung aja deh ya.
Oke, jadi saat acara keputrian akbar di sekolahku atau lebih terkenal dengan KAFFAH beberapa bulan lalu,  kami panitia mengundang ka Meyda Sefira (artis muslimah cantik yang baru-baru ini menikah loh, hihi) dan juga ka Febrianti Almeera yang terkenal dengan @pewski. Acara keputrian kemarin yang berlangsung sangat seru temanya adalah “Muslimah Agent Who Will Change The World”. Pembicara pertama adalah ka Meyda yang sudah dijelaskan pada postingan sebelum ini. Dan di postingan sebelumnya saya juga sudah mengenalkan ka Pewski dan sebagian materi yang diberikannya J. Janjinya adalah saya akan menulis filosofi bola basket dari ke pewski dan cerita saat mewawancarai kedua wanita super itu.
Saat menjelang azan zuhur, ka Pewski memberikan motivasi kepada seluruh peserta keputrian dengan filosofi bola basketnya. Entah itu buatan beliau sendiri atau ia juga dapat dari seseorang yang super juga. Yang jelas filosofi itu sangat bermanfaat dan memotivasi peserta keputrian kemarin. Oke, jadi  apa itu filosofi bola basket?
Awalnya seluruh peserta bingung karna ka Pewski menyuruh kita untuk memejamkan mata dan menaruh tangan kita di depan dada dan membayangkan seolah kita sedang memegang bola basket. *mungkin kalian juga bisa coba setelah selesai membaca*. Kita pun terus disuruh memejamkan mata dan terus membayangkan bola basket tersebut, menikmati teksturnya yang bulat. Saat berada di tengah asiknya berimajinasi, ka Pewski menyuruh kita untuk memantulkan bola basket tersebut dengan pelan ke lantai. Kalian tahu apa yang terjadi? Seperti terhipnotis, seluruh peserta serempak melakukan itu. Dalam bayangan, bola tersebut memantul ke atas juga . Lalu kita menangkap bola itu dan memantulkannya lagi dengan lebih kencang dari sebelumnya dan bola itu pun memantul ke atas lebih tinggi lagi. Kita pun memantulkan kembali bola basket itu ke lantai dengan sekuat tenaga, mengeluarkan seluruh kemampuan dan tenaga kita. Lalu apa yang terjadi? Luar biasa, bola itu memantul sangat tinggi dan benar-benar tinggi. Setelah itu ka Pewski menyuruh kita untuk membuka mata dan menelaskan apa maksud dari permainan itu tadi.
Beliau bilang anggap pantulan bola basket yang ke lantai itu adalah sebuah masalah dan pantulan ke atasnya adalah hikmah dari masalah tersebut. Ketika kita memantulkan bola itu ke lantai dengan pelan, maka pantulan ke atasnya juga pelan. Tapi saat kita memantulkan bola basketnya dengan sekuat tenaga dan sangat kencang, maka pantulan ke atasnya menjadi sangat tinggi. Itu artinya ketika kita mendapatkan masalah yang sangat besar, ketika kita jatuh ke lembah yang begitu dalam, maka suatu hari nanti kita akan bangkit kembali dan malah berdiri di tempat yang lebih tinggi dari sebelum kita mendapatkan masalah. Masalah yang besar akan memberikan kita pelajaran yang sangat besar suatu hari nanti. Ya begitulah filosofi bola basket yang diberikan oleh ka Pewski. Setelah itu, raut wajah para peserta seperti bersemangat kembali. Dan saya pun mendapatkan pelajaran yang sangat berarti. Bahwa ketika Allah memberikan kita masalah yang begitu besar, janganlah marah janganlah putus asa. Tapi jalanilah masalah itu dengan sebaik mungkin, dengan sabar, dan dekati Allah selalu. Karna saya yakin setiap kali Allah memberikan masalah pada hambanya saat itu Allah akan memberikan kita hadiah dan nikmat yang begitu special. Bukankah Allah berfirman dalam Al-Quran di surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
Allah telah memberitahu kita bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan dan Allah mengulanginya sebanyak 2 kali dalam surah itu. maka berbahagialah ketika mendapatkan masalah, karna saat itu Allah sedang menyapa kita untuk lebih dekat denganNya.
“Muslim yang baik selalu sabar dan tabah saat menghadapi masalah. Muslim yang baik tidak pernah berputus asa karna ia punya Allah yang maha perkasa.”

Well, itu aja yang bisa aku share tentang filosofi bola basket. Alhamdulillah satu janji lunas, berarti tinggal yang cerita saat mewawancarai kedua pembicara yaaa. Saya lanjutkan lain waktu yaa, hehee :D
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Have a nice day and take care ^.^ J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar