Assalamu’alaikum …
Ohaiyou… saya hadir
kembali untuk mengisi blog ini :D hahaa setelah sekian lama menghilang dari
permukaan. Maaf ya udah lama banget ga
nge-blog. Entah kayaknya kalo mau nulis tuh males aja, padahal kuota penuh
hahaa ._.v
Kali ini saya mau
nepatin janji buat nulis tentang filosofi bola basket dari ka Pewski waktu
acara keputrian kemarin :D *udahlamagila, mudah-mudahan ga basi*
Mulai dari mana ya?
Langsung aja deh ya.
Oke, jadi saat acara
keputrian akbar di sekolahku atau lebih terkenal dengan KAFFAH beberapa bulan
lalu, kami panitia mengundang ka Meyda
Sefira (artis muslimah cantik yang baru-baru ini menikah loh, hihi) dan juga ka
Febrianti Almeera yang terkenal dengan @pewski. Acara keputrian kemarin yang
berlangsung sangat seru temanya adalah “Muslimah Agent Who Will Change The
World”. Pembicara pertama adalah ka Meyda yang sudah dijelaskan pada postingan
sebelum ini. Dan di postingan sebelumnya saya juga sudah mengenalkan ka Pewski
dan sebagian materi yang diberikannya J. Janjinya adalah
saya akan menulis filosofi bola basket dari ke pewski dan cerita saat
mewawancarai kedua wanita super itu.
Saat menjelang azan
zuhur, ka Pewski memberikan motivasi kepada seluruh peserta keputrian dengan
filosofi bola basketnya. Entah itu buatan beliau sendiri atau ia juga dapat
dari seseorang yang super juga. Yang jelas filosofi itu sangat bermanfaat dan
memotivasi peserta keputrian kemarin. Oke, jadi apa itu filosofi bola basket?
Awalnya seluruh peserta
bingung karna ka Pewski menyuruh kita untuk memejamkan mata dan menaruh tangan
kita di depan dada dan membayangkan seolah kita sedang memegang bola basket.
*mungkin kalian juga bisa coba setelah selesai membaca*. Kita pun terus disuruh
memejamkan mata dan terus membayangkan bola basket tersebut, menikmati
teksturnya yang bulat. Saat berada di tengah asiknya berimajinasi, ka Pewski
menyuruh kita untuk memantulkan bola basket tersebut dengan pelan ke lantai.
Kalian tahu apa yang terjadi? Seperti terhipnotis, seluruh peserta serempak
melakukan itu. Dalam bayangan, bola tersebut memantul ke atas juga . Lalu kita
menangkap bola itu dan memantulkannya lagi dengan lebih kencang dari sebelumnya
dan bola itu pun memantul ke atas lebih tinggi lagi. Kita pun memantulkan kembali
bola basket itu ke lantai dengan sekuat tenaga, mengeluarkan seluruh kemampuan
dan tenaga kita. Lalu apa yang terjadi? Luar biasa, bola itu memantul sangat
tinggi dan benar-benar tinggi. Setelah itu ka Pewski menyuruh kita untuk membuka
mata dan menelaskan apa maksud dari permainan itu tadi.
Beliau bilang anggap
pantulan bola basket yang ke lantai itu adalah sebuah masalah dan pantulan ke
atasnya adalah hikmah dari masalah tersebut. Ketika kita memantulkan bola itu
ke lantai dengan pelan, maka pantulan ke atasnya juga pelan. Tapi saat kita
memantulkan bola basketnya dengan sekuat tenaga dan sangat kencang, maka
pantulan ke atasnya menjadi sangat tinggi. Itu artinya ketika kita mendapatkan
masalah yang sangat besar, ketika kita jatuh ke lembah yang begitu dalam, maka suatu
hari nanti kita akan bangkit kembali dan malah berdiri di tempat yang lebih
tinggi dari sebelum kita mendapatkan masalah. Masalah yang besar akan
memberikan kita pelajaran yang sangat besar suatu hari nanti. Ya begitulah
filosofi bola basket yang diberikan oleh ka Pewski. Setelah itu, raut wajah
para peserta seperti bersemangat kembali. Dan saya pun mendapatkan pelajaran
yang sangat berarti. Bahwa ketika Allah memberikan kita masalah yang begitu
besar, janganlah marah janganlah putus asa. Tapi jalanilah masalah itu dengan
sebaik mungkin, dengan sabar, dan dekati Allah selalu. Karna saya yakin setiap kali Allah memberikan masalah pada
hambanya saat itu Allah akan memberikan kita hadiah dan nikmat yang begitu special.
Bukankah Allah berfirman dalam Al-Quran di surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6.
“Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan”
Allah telah memberitahu
kita bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan dan Allah mengulanginya sebanyak 2
kali dalam surah itu. maka berbahagialah
ketika mendapatkan masalah, karna saat itu Allah sedang menyapa kita untuk
lebih dekat denganNya.
“Muslim yang baik selalu sabar dan
tabah saat menghadapi masalah. Muslim yang baik tidak pernah berputus asa karna
ia punya Allah yang maha perkasa.”
Well, itu aja yang bisa
aku share tentang filosofi bola basket. Alhamdulillah satu janji lunas, berarti
tinggal yang cerita saat mewawancarai kedua pembicara yaaa. Saya lanjutkan lain
waktu yaa, hehee :D
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Have a nice day and
take care ^.^ J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar