Alhamdulillah, just that word which I
can say now, thank for everything that you have given to me ya Allah. July 5th
2015. Yup today it’s mybirthday. I’m in 18th now.
Kira-kira di
usia 18 tahun itu biasanya ngapain sih? Well, I’m still confuse. Yang gua tahu
sekarang gua sudah memasuki tahap dewasa. Seneng? Sebenernya sih biasa aja,
malah jawaban jujurnya engga.
Entah kenapa
di ultah gua ini, gua gak ngerasa special
atau yang terlalu seneng kayak tahun-tahun sebelumnya. Mungkin karena faktor sudah
memasuki usia dewasa kali ya? Entahlah. Yang jelas, di ultah gua ini gua malah
ngerasa takut akan 3 hal yang akan/ telah terjadi dalam hidup gua. 3 hal itu
adalah:
Ketakutan yang
pertama.
Selama hidup
dalam kurun waktu 6.570 hari gua ngerasa banyak banget waktu yang udah gua
buang sia-sia. Gua tahu tentang betapa pentingnya waktu dan apa akibatnya kalau
membuang waktu sembarangan, tapi gua belum paham karena buktinya sampai
sekarang gua belum bisa menjalankannya dengan baik. Betapa bodohnya manusia…
Dalam waktu
6.570 hari udah banyak banget dosa yang gua perbuat dan hanya sedikit tobat
sama Allah. Gua takut, karena gua gak pernah tahu kapan waktu gua untuk pulang
bakal tiba, yang jelas waktu itu semakin dekat. Dan masih banyak banget dosa
yang gua perbuat sampai sekarang. Ah, sungguh manusia itu benar-benar lalai.
Ketakutan yang
kedua.
Mengingat usia
gua yang udah memasuki usia 18 tahun, gua takut ngeliat kebelakang. Kenapa? Karena
gua ngerasa seperti orang payah, benar-benar payah. Hah, diusia segini gua
belum bisa membuat sesuatu yang bikin orang sekitar gua senang, gua masih
menyusahkan banyak orang, gua belum bisa bikin sebuah prestasi. Lihatkan betapa
payahnya gua? padahal waktu 18 tahun itu waktu yang lama banget. Gak jarang gua
suka iri ngeliat anak-anak yang usianya lebih muda/ mungkin sama kayak gua tapi
mereka udah bisa jadi bintang, udah bisa banggain banyak orang. Sedangkan gua?
ah, aku hanya sebutir debu~ fuhfuh.
Kenapa bisa
begini? Gua baru sadar ini berkaitan dengan
point ketakutan yang pertama. Betapa banyak waktu yang berguna itu gua
buang sia-sia, sering banget waktu-waktu itu gua gunakan untuk bermaksiat. Alhasil
baru di usia 18 tahun aja, gua udah bisa merasakan betapa payahnya gua.
Ketakutan yang
ketiga.
18 tahun
adalah usia awal memasuki masa dewasa. Manusia hidup melalui banyak tahap,
mulai dari bayi, anak kecil, abg, dewasa, dan tua. Gua sudah memasuki gerbang
kedewasaan sekarang. Seperti yang gua lihat selama ini, hidup orang dewasa itu
sulit, tidak semenyenangkan kehidupan para anak kecil. Banyak banget masalah
yang akan datang ketika kita dewasa, masalah ekonomi, social, dan lainnya. Jujur,
gua takut menjadi dewasa. Gua ngerasa belum siap untuk menghadapi
masalah-masalah itu. sampai saat ini gua masih suka bergantung sama orangtua,
padahal seharusnya dari dulu gua sadar mereka gak selamanya akan terus-terusan
bareng gua. kita akan berpisah. Jika aja gua udah sadar tentang hal itu dari
dulu, mungkin gua gak akan setakut ini untuk menjadi dewasa. Hidup gua masih
kayak anak kecil, karena gua selalu ingin menjadi anak kecil terus dengan
kehidupan yang bebas tanpa beban, hanya ada kebahagiaan di diri mereka. Tapi sekarang
gua tahu itu mustahil, waktu tak akan pernah kembali.
Semua ketakutan
gua saling berkaitan satu sama lain. Dan masalah utamanya adalah di point satu. Seandainya saja gua adalah
manusia yang penuh rasa syukur sehingga selalu memanfaatkan waktu dengan baik,
belajar banyak hal, tidak banyak bermain dan bermaksiat mungkin di usia gua
yang 18 tahun ini gua udah mencetak banyak prestasi, berhasil membanggakan
banyak orang, sehingga gua siap untuk memasuki tahap dewasa. Ah, berandai-andai
itu memang menyenangkan, namun itu tetap saja hanya sebuah andaian.
Di ultah
yang ke 18 ini gua hanya berdoa semoga Allah memberi gua kesehatan dan membantu
gua untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, lebih bisa memanfaatkan waktu. Dan
semoga Allah mengampuni segala dosa dan kekhilafan gua selama 18 tahun ini. Aamiin
L

Tidak ada komentar:
Posting Komentar