Aduh
judulnya puitis sekali -_-
Hehe
asslamu’alaikum teman-teman.
Ini malam
apa ya? Mendadak lupa. Di tengah malam gini aku mau ngeblog, isinya sih emang
mau curhat. Gak masalahkan? Entah apa yang terjadi denganku. Pas jam 9 malam
tadi aku buka facebook buat lihat
balasan chat dari teman. Setelah
diingat-ingat akhir-akhir ini hanya dia satu-satunya orang yang berhubungan
dengan ku lewat facebook (maksudnya ngechat)
kemarin-kemarin sih ga ada masalah, semua baik-baik aja. Tapi tiba-tiba malam
ini aku merasa ada seseorang yang aku harapkan bisa chat denganku. Ah harapan apa ini? Apakah mungkin harapan ini
datang karena faktor 18 tahun itu? entahlah. Berkali-kali aku lihat daftar obrolan
dan ternyata dia juga sedang buka
facebook, saat itu aku berharap pelan sampai menjadi sebuah teriakan kalau
aku ingin chat dengannya. Ya mungkin
hanya sekedar menanyakan kabar tentang mau lanjut kemana setelah lulus? Diterima
di perguruan tinggi mana? Atau lebih kearah pribadi yang saling menanyakan kabar diri. Tapiiiii hasilnya
nihil. Aku tahu ini agak mustahil. Dia gak mungkin membuat chat yang isinya percakapan tidak penting seperti itu. Namun meskipun
aku tahu ini mustahil, aku tetap menantinya tanpa berani memulai duluan. Entah
sampai kapan. Ya inilah mengapa judul postingan kali ini menanti dalam diam.
Diam-diam aku menanti dia menyapaku… mungkinkan diam diam juga akuuuuuu………
lupakannnn!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar