Minggu, 14 September 2014

Alhamdulillah... Terimakasih ya Allah



Bismillahirrahmanirrahim…

Aku menulis tulisan ini, karna aku bersyukur. Alahamdulillah ya Allah. Aku sangat berterimakasih sekali kepada Dia untuk semua yang telah Dia berikan pada ku. Kehidupan menjadi seorang Muslimah, usia, anggota tubuh yang lengkap tanpa cacat sedikitpun, hati yang selalu mendapatkan teguran dariNya, keluarga yang selalu mendukungku, kesehatan, keceriaan, kebahagiaan, sahabat dan teman yang selalu menyenangkan hati, dan untuk semua hal lainnya. Ah, terlalu banyak sekali nikmat itu, hingga kalaupun aku menuliskannya sampai besok pagi, atau satu minggu, sebulan, bahkan setahun kemudiapun pastilah masih ada yang tertinggal. Bahkan untuk sekedar kedipan mata inipun atas nikmatMu ya RabbJ


Allhamdulillah... Aku benar-benar sangat bersyukur. Kehidupan ini sangat indah untukku, terlebih aku menjalaninya sebagai seorang muslimah, sungguh luar biasa. Terimakasih banyak ya Allah… J

Sabtu, 30 Agustus 2014

PIKIRKANLAH MEREKA WALAU HANYA SEBENTAR




Assalamu’alaikum wr.wb sahabat…

Gimana kabar kalian? Semoga selalu diberikan kesahatan oleh Allah SWT.

Oiya sahabat, kalian tau kan tukang air gerobak dorong? Pasti tau donggg… bapak-bapak atau mang-mang perkasa yang selalu bawa air PAM dengan gerobak dorongnya, berkeliling kampung untuk dijual. Kalo di Jakarta sih mereka udah familiar, soalnya di Jakarta udah susah buat cari air bersih. Nah gimana? Udah tau kan? Terus, pernah gak sih kalian memikirkan pekerjaan mereka, sebentaaaarrrr aja! Jujur, meskipun mang-mang air ini suka lewat depan rumahku setiap pagi dan sore, tapi aku selalu tak acuh. Huhuuu jahat ya aku?-_-

Bukan tak acuh berarti sombong. Aku masih suka menyapa mereka sampai tulisan ini dibuat, sekedar ngobrol aku juga sering. Tapi, aku gak pernah berfikir apapun tentang pekerjaan mereka. Sedikitpun tidak!!

Siang tadi, tanggal 14 Agustus 2014, tepat hari Pramuka, aku pulang sekolah menggunakan jasa angkutan umum. Saat itu hanya aku dan satu temanku saja yang anak sekolah, selebihnya bapak-bapak dan seorang ibu. Gak ada yang special saat perjalanan pulang, karna semua berjalan sama saja seperti biasa *orang rutenya tiap hari itu-itu aja*. Sampai  di sebuah pertigaan jalan, seperti biasa mobil angkutan umum banyak yang berhenti sebentar untuk mencari penumpang, dan begitupun dengan angkot yang aku tumpangi. Lama menunggu penumpang tambahan, yaaa sekitar 15 menitan lah, angkotpun jalan. Saat angkot yang ku tumpang mau jalan, hampir saja angkot ini menabrak tukang air gerobak :o. Aku dan semua penumpang di angkot itu sangat kaget, tapi alahmdulillah tragedi itu hanya sebatas ‘hampir’. Aku sempat melihat ekspresi bapak tukang grobaknya, beliau benar-benar kaget. Wajahnya kelihatan lelah dan keringat dimana-mana.  Saat itu aku langsung merasa, kalau aku bisa merasakan apa yang bapak itu rasakan *sok banget ya? Hee…* tapi dengan lihat wajahnya yang lelah seperti itu, aku jadi tau betapa melelahkannya pekerjaan bapak itu.

 Jam setengah 6 pagi, abang-abang tukang air selalu sudah ontime di depan rumah, menawarkan air yang dibawanya kesemua orang. Pagi hari bisa sekitar 3-4 kali putaran, lalu siang dan ditambah sore hari. Aduuuuhh kalo aku jadi mereka mungkin gak akan kuat bawa air seberat itu setiap hari keliling-liling kampung. Tapi, kalo gak ada mereka juga kita bisa kesusahan untuk mendapatkan air bersih. Tempat mereka mengambil air bersihnya (maaf, aku kurang tau apa namanya) biasanya lumayan jauh, terus gak semua orang sempet untuk mendorong-dorong air seperti itu, mereka punya kesibukan masing-masing. Nah, apa jadinya kalau para tukang air itu tidak ada? Wahwah… bisa jadi kita yang disuruh orang tua buat ngambil air itu dan mendorongnya sampai ke rumah, 4kali dalam seminggu. Adoooh capek banget, bisa-bisa badan pada encok semua. Yang ada malah manggil tukang urut dan keluar biaya yang lebih mahal.

Jadiiii saat itu, di dalam angkot yang pengap dan sempit itu aku tersadarkan seperti mendapat ilham bahwa abang tukang air sangatlah penting bagi kehidupanku, kehidupan kalian, dan kehidupan banyak orang. Setiap hari membawakan air bersih ke rumah-rumah, benar-benar membantu. Sooo kurang pantas rasanya kalau kita masih menganggap mereka orang lain, orang kecil, orang yang kurang berarti karna pekerjaan mereka juga pekerjaan kecil *kelihatannya.

Melihat kejadian itu, aku mulai membuka mata tentang betapa pentingnya semua pekerjaan. Banyak hal-hal kecil, pekerjaan kecil yang kelihatannya sepele dan rendah, padahal mereka sangat berarti bagi kita. Kita membutuhkan banyak hal, dan kita tidak bisa mendapatkan itu sendirian. Kita membutuhkan orang lain. Sekecil apapun sebuah pekerjaan, mereka tetap berarti  dan berjasa untuk kehidupan kita J


Terimakasih banyak bapak tukang air J Terima kasih banyak untuk kalian semua. Apapun pekerjaan kalian, kalian sangat berarti bagi kehidupan banyak manusia. Sekali lagi terimakasih banyak JJ

Senin, 25 Agustus 2014


Sajak Mengapa Kau Tak Ingin Berpisah?
Karya Indriati NC (@senjaaaa_)


Mengapa Kau Tak Ingin Berpisah?
Seolah-olah semua yang kau miliki adalah milikmu dan akan menjadi milikmu selamanya
Padahal, hey semua ada limitnya, ada tanggal kadaluarsa.

Mengapa Kau Tak Ingin Berpisah?
 Semua yang ada pada dirimu adalah milik Allah yang memang sengaja dititipkan kepadamu. Sebentar atau lama, tergantung si pemilik. Ia bisa mengambilnya kapan saja.

Mengapa Kau Tak Ingin Berpisah?
Seoalah-olah kau berfikir bahwa dia adalah yang terbaik untukmu. Padahal ketika Allah memisahkan mu dengan dia itu artinya Allah akan memberikanmu gantinya yang lebih baik. Kau tidak percaya?

Mengapa Kau Tak Ingin Berpisah?
Membiarkan dirimu terpatri pada satu hal atau seseorang tanpa ingin melihat ke luar yang lebih luas. Kau beranggapan inilah yang paling baik untukmu, untuk hidupmu. Padahal di luar sana, di belahan bumi yang luas ini banyak sekali hal-hal yang lebih indah dan lebih baik dari yang kau miliki. Buni Allah luas bukan? Dan siapa yang tahu kecuali Allah?

Mengapa Kau Tak Ingin Berpisah?
Rasa cintamu kepadanya terlalu berlebihan. Kau menangis tersedu-sedu, berdiam diri berhari-hari, dan meratapi semuanya. Kau benar-benar benci dengan perpisahan ini. Hey, kau tak boleh begitu… itu artinya kau terlalu cinta dengan yang kau miliki. Padahal sesuatu yang berlebihan itu tidak baik bukan? 
Mengapa kau tak coba untuk menangis tersedu-sedu ketika berpisah jauh dengan Allah. Cukuplah cinta yang berlebihan ini hanya untuk Allah.

Mengapa Kau Tak Ingin Berpisah?
Percayalah, ketika Allah memisahkan kau dengannya itu karna Allah ingin memberikan yang terbaik untuk kalian berdua.

Mengapa Kau Tak Ingin Berpisah?
Padahal perpisahan dan pertemuan adalah pasangan yang tak mungkin menjauh. Semua sudah diatur olehNya. Dan bukankah seorang sutradara selalu tahu apa yang terbaik untuk produksi filmnya dan juga para pemainnya.

Mengapa Kau Tak Ingin Berpisah?
Serahkan saja semua kepada Allah, Allah paling tahu yang terbaik untuk mu….


Minggu, 20 Juli 2014

Dear Muslimah....

YA dan TIDAK

#Ya, untuk senyuman indahmu yang menghembuskan cinta dan menyebarkan kasih kepada sesama

#Ya, untuk ucapan-ucapan baikmu yang membangun persahabatan sejati dan menjauhkan rasa dengki

#Ya, untuk dermamu yang membahagiakan si miskin, menyenangkan si fakir, dan mengenyangkan si lapar

#Ya, untuk selalu bersanding dengan Alquran seraya membaca, menghayati, dan mengamalkannya sambil bertobat dan beristighfar

#Ya, untuk senantiasa berzikir, beristighfar, memanjatkan doa, dan memperbaiki tobat

#Ya, untuk bekerja keras mendidik anak-anakmu dengan agama, mengajarkan sunah-sunah Nabi kepada mereka dan megarahkan mereka kepada hal-hal yang bermanfaat

#Ya, untuk rasa malu dan hijabmu yang diperintahkan Allah. Itulah satu-satunya cara untuk memelihara kesucian dan kehormatanmu

#Ya, untuk hanya bergaul dengan wanita-wanita baik yang selalu takut pada Allah, mencintai agama dan menjunjung tinggi nilai-nilainya

#Ya, untuk berbakti kepada orangtua, menyambung silaturahmi, menghormati tetangga, dan menyantuni anak yatim

#Ya, untuk membaca dan memelaah buku-buku yang bermutu dan bermanfaat

Tapi…

#Tidak, untuk menyia-nyiakan umurmu dengan hal-hal yang tak berguna.

#Tidak, untuk mendewakan harta dan berupaya manimbunnya dengan mengorbankan kesehatan, kebahagiaan, tidur nyenyak, dan istirahatmu

#Tidak, untuk mencari-cari kesalahan orang lain, menggunjingnya dan melupakan kesalahan diri sendiri

#Tidak, untuk tenggalam dalam kenikmatan hawa nafsu dan menuruti segala yang diinginkan

#Tidak, untuk menghabiskan waktu dengan para pengangguran dan bermain-main yang tiada 
mendatangkan faedah

#Tidak untuk mengabaikan kebersihan badan, kerapihan rumah, wewangian dan disiplin

#Tidak, untuk minum-minuman yang haram, rokok, dan segala sesuatu yang mengandung penyakit

#Tidak, untuk selalu mengingat musibah yang telah berlalu, bencana yang telah lewat dan kesalahan yang telah terjadi

#Tidak, untuk melupakan akhirat dan bekal untuknya, serta mengabaikan keberadaannya

#Tidak, untuk menghambur-hamburkan harta dalam perkara-perkara yang diharamkan, hura-hura dan kemaksiatan


Sumber: Dr. ’Aidh Abdullah Al-Qarni dalam Buku La Tahzan For Smart Muslimah 

Selasa, 20 Mei 2014

Ketika Jilbab hanya Sebagai Asesoris



oleh Melati pada 21 Mei 2011 jam 23:41
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

... Ketika Jilbab hanya Sebagai Asesoris ...
Seorang perempuan muda berjilbab mini tengah mengambil bolpoin yang jatuh di lantai. Secara mengejutkan, pakaian yang tak kalah mini dengan jilbabnya, terangkat ke atas hingga memperlihatkan bagian tubuhnya.
Na’udzubillahi min dzalik, jika contoh yang dilukiskan itu sudah menjadi gambar...an dari muslimah-muslimah sekarang ini. Niatnya memang baik, menutup aurat yang sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslimah. Hanya saja, seringkali aurat yang ditutup tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dituntunkan oleh Islam.
Lihatlah, betapa banyak perempuan-perempuan yang mengaku beragama Islam, mengenakan jilbab, tetapi masih mempertontonkan bentuk lekuk tubuhnya. Salah bergerak sedikit, bagian tubuhnya bisa kelihatan. Mininya jilbab yang dikenakan seringkali malah membuat rambutnya yang panjang menjuntai keluar.
Kasus lain, ketika para ibu yang menghadiri walimahan mengenakan jilbab, namun lengan kebayanya masih transparan. Usai walimahan, biasanya mereka menanggalkan jilbab seolah-olah jilbab hanyalah sebagai asesoris untuk walimahan saja.
Sama halnya dengan para siswi atau mahasiswi yang sekolah atau kuliah di sekolah atau universitas Islam yang mewajibkan untuk mengenakan jilbab, mau tidak mau mereka harus mengenakan jilbab ketika berada di lingkungan sekolah atau kampus. Di luar itu, mereka dengan mudahnya tanpa beban membiarkan rambutnya tidak tertutup oleh jilbab.
Bahkan, ada juga sebagian mengenakan jilbab hanya karena merasa lebih cantik jika berjilbab. Rambutnya yang kurang bagus untuk diperlihatkan, terpaksa harus ditutupi. Jilbab modis yang dikenakan bisa mengalihkan penampilannya, hingga ia terlihat lebih mempesona dengan berjilbab. 
Sesempit inikah makna jilbab bagi para wanita muslimah? Amat sangat disayangkan jika jilbab hanya diartikan sebagai asesoris semata.

Kewajiban Berjilbab...

Perintah berjilbab terdapat dalam QS An Nuur 31, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya…” 
Dari ayat tersebut nampak jelas, bahwa setiap wanita muslimah, dalam hal ini adalah semua wanita yang mengimani agama Islam, diwajibkan mengenakan jilbab. Konteks jilbab disini tidak hanya menutup rambutnya saja, melainkan menjulurkan jilbab hingga ke bagian dadanya. Sudah pasti, jilbab yang dikenakan haruslah lebar, tidak mini dan bisa menutupi bagian-bagian tubuh yang harus dijaga. 
Pakaian yang dikenakan pun harus lapang, tidak menonjolkan bagian tubuhnya. Sebagaimana halnya firman Allah dalam QS Al Ahzab 59, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Arti ‘jilbab’ dalam ayat tersebut ialah jilbab yang sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala hingga dada. Ayat tersebut juga semakin memperjelas bahwa jilbab tak hanya digunakan untuk menutupi kepala saja (dalam artian rambut) namun juga digunakan untuk menutupi bagian tubuhnya, termasuk dada. Jika mengenakan jilbab yang mini dimana umumnya jilbab diikatkan ke leher, ini berarti tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan dalam ayat ini.
 Lalu bagaimana dengan jilbab modis? Umumnya, jilbab modis kebanyakan tidak sesuai dengan apa yang dituntunkan dalam Al-Qur’an. Seringkali karena alasan modis, jilbab yang dikenakan justru meninggalkan unsur syar’i-nya. Jilbab dibuat sedemikian rupa sehingga bagian dada yang seharusnya tertutupi, justru malah kelihatan. 
Bukan berarti Islam melarang para wanita muslimah untuk tampil modis. Tak ada salahnya modis, asalkan jilbab atau pakaian yang dikenakan sesuai dengan yang telah diperintahkan oleh Allah dalam QS An Nuur 31 dan QS Al Ahzab 59.

Batasan-batasan ... 
Berjilbab tak hanya dilakukan ketika kita berada di luar rumah saja. Meskipun di dalam rumah, jika disana terdapat orang-orang yang bukan mahrom kita, maka wanita muslimah harus tetap mengenakan jilbabnya.


Soal batasan-batasan siapa saja yang memperbolehkan wanita muslimah membuka jilbabnya dijelaskan oleh Allah dalam QS An Nuur 31, “…Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”


Sebagai Cermin Menjaga Hati ....
Terkadang orang berseloroh, “Berjilbab, kok gitu sih?” Kebanyakan masyarakat awam selalu berpikir bahwa wanita yang mengenakan jilbab diartikan sebagai orang yang kadar imannya kuat. Tidak heran jika dalam kenyataannya masih banyak didapati wanita-wanita berjilbab yang masih melakukan hal-hal yang melanggar agama, termasuk berzina (nau’dzubillah).
Fakta yang banyak terjadi di masa sekarang ini, banyak wanita yang sudah mengenakan jilbab, namun akhlaqnya tak berbeda jauh dengan mereka yang belum mengenakan jilbab, bahkan lebih parah dari mereka. Berjilbab, tapi masih hobi pacaran, berdua-duaan dengan sang kekasih entah di tempat yang sepi atau ramai. Bahkan, sudah bukan hal yang tabu lagi jika mereka saling berciuman di tempat umum. Astaghfirullah.
Pemandangan yang membuat kita tersayat ketika kita mendapati wanita-wanita berjilbab, dengan tanpa bebannya membonceng di atas sepeda motor yang ditunggangi oleh laki-laki yang bukan mahromnya. Jarak mereka begitu dekat, bahkan terlalu mepet dengan tubuh laki-laki itu. Padahal, ia sudah mengenakan jilbab. 
Inilah yang membuat sebagian besar wanita-wanita yang beragama Islam enggan mengenakan jilbab. Mereka merasa belum pantas untuk menjilbabi hatinya. Mereka takut, jika mereka berjilbab nanti, mereka tidak bisa menjaga jilbabnya. Mereka lebih berpikir untuk tidak mengenakan jilbab karena takut tidak bisa menjaga akhlaqnya.
Padahal menutup aurat itu hukumnya adalah wajib bagi setiap wanita yang beriman. Siap atau tidak siap, setiap wanita muslimah diharuskan menutup auratnya. Jika merasa belum pantas menjilbabi hati, justru dengan jilbablah, kita bisa menjadikannya sebagai cermin untuk menata diri.

Karena jilbab merupakan identitas kita sebagai seorang muslimah, sebagai hamba-Nya yang taat, tentu kita akan selalu menjaga jilbab, jangan sampai jilbab yang kita kenakan justru malah menimbulkan fitnah. Nantinya, jilbab ini akan membawa kita pada perubahan sikap, tingkah laku serta perbuatan kita sehari-hari ke jalan yang diridloi-Nya.
Yah, jilbab sebagai alat untuk menjaga hati, bukan menjaga hati terlebih dulu, kemudian baru mengenakan jilbab. Karena menutup aurat hukumnya adalah wajib, maka dengan mengenakan jilbab sekaligus menjilbabi hati adalah hal yang harus kita lakukan sebagai seorang muslimah.

Tunggu apa lagi? Jangan ragu-ragu untuk mengenakan jilbab. Jadikan jilbab sebagai cermin menjaga hati dan tidak menjadikannya sebagai asesoris belaka. Keep istiqomah!!! (ntz)

Filosofi Bola Basket "Setelah Kesulitan Ada Kemudahan. Setelah Ada Masalah Ada Hadiah"


Assalamu’alaikum …
Ohaiyou… saya hadir kembali untuk mengisi blog ini :D hahaa setelah sekian lama menghilang dari permukaan.  Maaf ya udah lama banget ga nge-blog. Entah kayaknya kalo mau nulis tuh males aja, padahal kuota penuh hahaa ._.v
Kali ini saya mau nepatin janji buat nulis tentang filosofi bola basket dari ka Pewski waktu acara keputrian kemarin :D *udahlamagila, mudah-mudahan ga basi*
Mulai dari mana ya? Langsung aja deh ya.
Oke, jadi saat acara keputrian akbar di sekolahku atau lebih terkenal dengan KAFFAH beberapa bulan lalu,  kami panitia mengundang ka Meyda Sefira (artis muslimah cantik yang baru-baru ini menikah loh, hihi) dan juga ka Febrianti Almeera yang terkenal dengan @pewski. Acara keputrian kemarin yang berlangsung sangat seru temanya adalah “Muslimah Agent Who Will Change The World”. Pembicara pertama adalah ka Meyda yang sudah dijelaskan pada postingan sebelum ini. Dan di postingan sebelumnya saya juga sudah mengenalkan ka Pewski dan sebagian materi yang diberikannya J. Janjinya adalah saya akan menulis filosofi bola basket dari ke pewski dan cerita saat mewawancarai kedua wanita super itu.
Saat menjelang azan zuhur, ka Pewski memberikan motivasi kepada seluruh peserta keputrian dengan filosofi bola basketnya. Entah itu buatan beliau sendiri atau ia juga dapat dari seseorang yang super juga. Yang jelas filosofi itu sangat bermanfaat dan memotivasi peserta keputrian kemarin. Oke, jadi  apa itu filosofi bola basket?
Awalnya seluruh peserta bingung karna ka Pewski menyuruh kita untuk memejamkan mata dan menaruh tangan kita di depan dada dan membayangkan seolah kita sedang memegang bola basket. *mungkin kalian juga bisa coba setelah selesai membaca*. Kita pun terus disuruh memejamkan mata dan terus membayangkan bola basket tersebut, menikmati teksturnya yang bulat. Saat berada di tengah asiknya berimajinasi, ka Pewski menyuruh kita untuk memantulkan bola basket tersebut dengan pelan ke lantai. Kalian tahu apa yang terjadi? Seperti terhipnotis, seluruh peserta serempak melakukan itu. Dalam bayangan, bola tersebut memantul ke atas juga . Lalu kita menangkap bola itu dan memantulkannya lagi dengan lebih kencang dari sebelumnya dan bola itu pun memantul ke atas lebih tinggi lagi. Kita pun memantulkan kembali bola basket itu ke lantai dengan sekuat tenaga, mengeluarkan seluruh kemampuan dan tenaga kita. Lalu apa yang terjadi? Luar biasa, bola itu memantul sangat tinggi dan benar-benar tinggi. Setelah itu ka Pewski menyuruh kita untuk membuka mata dan menelaskan apa maksud dari permainan itu tadi.
Beliau bilang anggap pantulan bola basket yang ke lantai itu adalah sebuah masalah dan pantulan ke atasnya adalah hikmah dari masalah tersebut. Ketika kita memantulkan bola itu ke lantai dengan pelan, maka pantulan ke atasnya juga pelan. Tapi saat kita memantulkan bola basketnya dengan sekuat tenaga dan sangat kencang, maka pantulan ke atasnya menjadi sangat tinggi. Itu artinya ketika kita mendapatkan masalah yang sangat besar, ketika kita jatuh ke lembah yang begitu dalam, maka suatu hari nanti kita akan bangkit kembali dan malah berdiri di tempat yang lebih tinggi dari sebelum kita mendapatkan masalah. Masalah yang besar akan memberikan kita pelajaran yang sangat besar suatu hari nanti. Ya begitulah filosofi bola basket yang diberikan oleh ka Pewski. Setelah itu, raut wajah para peserta seperti bersemangat kembali. Dan saya pun mendapatkan pelajaran yang sangat berarti. Bahwa ketika Allah memberikan kita masalah yang begitu besar, janganlah marah janganlah putus asa. Tapi jalanilah masalah itu dengan sebaik mungkin, dengan sabar, dan dekati Allah selalu. Karna saya yakin setiap kali Allah memberikan masalah pada hambanya saat itu Allah akan memberikan kita hadiah dan nikmat yang begitu special. Bukankah Allah berfirman dalam Al-Quran di surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”
Allah telah memberitahu kita bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan dan Allah mengulanginya sebanyak 2 kali dalam surah itu. maka berbahagialah ketika mendapatkan masalah, karna saat itu Allah sedang menyapa kita untuk lebih dekat denganNya.
“Muslim yang baik selalu sabar dan tabah saat menghadapi masalah. Muslim yang baik tidak pernah berputus asa karna ia punya Allah yang maha perkasa.”

Well, itu aja yang bisa aku share tentang filosofi bola basket. Alhamdulillah satu janji lunas, berarti tinggal yang cerita saat mewawancarai kedua pembicara yaaa. Saya lanjutkan lain waktu yaa, hehee :D
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Have a nice day and take care ^.^ J

Minggu, 30 Maret 2014

Hiduplah dengan Life Triangel


Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu’alaikum sahabat J
Malam ini saya mau barbagi sama kalian tentang apa yang saya dapat sejak tadi pagi. Alhamdulillah pagi tadi saya sempat mengikuti sebuah acara keputrian akbar di salah satu SMA di Jakarta Barat. Hehee kebetulan emang saya juga panitia dalam acara keputrian itu. MasyaAllah ternyata pesertanya banyak banget dan antusias mereka semua sangat luar biasa. Saya berharap acara ini bisa bermanfaat untuk para generasi muda islam.
Pembicara di acara keputrian tadi ada 2, yang pertama ada Meyda Sefira. Tahu kan siapa beliau? Yup, beliau itu pemain di KCB sebagai adiknya Muhammad azam, namanya… siapa ya… aduh maaf lupa ._.v sebenernya saya cuma mau kasih tahu kalo beliau itu masyaAllah cantik begete, tinggi banget lagi -_-huhuu saya merasa pendek berdiri dekat beliau. Pokoknya beda banget sama yang di televisi. Kemarin beliau memberikan meteri tentang “Be A Muslimah Agent Who Will Change The World” katanya sih materinya seru dan bagus, Cuma sayangnya saya gak bisa ikutin meteri beliau karna ada tugas yang harus dikerjakan *maklum panitia sibuk, hahaa ._.v*  saya dan teman dapet tugas buat ngeprint dan itu lumayan lama. Sebenernya di perjalanan kita agak khawatir, takut ga kebagian foto sama ka Meyda Sefira :3 tapiii Alhamdulillah yang namanya masih rezeki, akhirnya saya dan teman saya dapet juga foto bareng sama beliau. Dan lihat saja beliau paling tinggi, huhuu -_- *harus banyak-banyakin loncat nih kalo pagi*


*maaf banget saya ga bisa share materi ka Meyda Sefira -_-

Tapiii pembicara kedua, saya sempat menyimaknya ya walaupun ga dari awal. Setelah sesi foto bersama ka Meyda Sefira, saya dan teman-teman masuk ke ruang auditorium untuk mendengarkan materi selanjutnya. Daaaannn saya ga dapet tempat paling depan karna penuh -_- bingung, mau masuk tapi ga kebagian tempat. Apa yang harus saya lakukan??? Saya bertapa siang dan malam, melewati lembah, melewati gunung, bertemu dengan ninja hatori, saya bertanya tapi dia juga bingung. Saya tambah bingung karna ternyata saya kesasar saya meminjam petanya dora, tapi itu peta benua amerika bukan asia. Saya terus berjalan sampai tiba di Jepang, lalu saya bertemu doraemon dan dia menolong saya dengan pintu ajaibnya, dan kembalilah saya ke sekolah :D setelah menginjakan kaki kembali di sekolah, saya melihat pintu belakan auditorium terbuka lebar-lebar dengan cahya putih yang seolah memanggil saya “ayooo masuklah kemari…” saya pun terhipnotis oleh cahaya itu dan masuk lewat pintu belakang. Dan apa yang terjadi selanjutnya??? Saya dapat mengikuti dan mendengarkan materi nya dengan baik tampa kesempitan, karna ruang belakang agak sedikit lenggang. Hahaa itulah nikmat yang saya dapat karna ga kebagian tempat di depan, bisa denger materi sambil selonjoran kaki :3 pembicara ke dua ini namanya ka Febrianti Almeera lebih terkelnal dengan @pewski. Penulis buku Be A Great Muslimah dan founder dari Great Muslimah. masyaAlah beliau juga cantik banget 11 12 lah sama yang nulis, hehe. Saat pemberian materi, ada soundtrack sountracknya gitu dan itu beliau yang nyanyi, duileehh suaranya bangus banget bening lagi. Dan ternyata beliau itu juga seorang penyanyi, panteeesss -_-


Ka Pewski ini memberikan training motivasi pada peserta keputriannya. Dia mencaritakan bagaimana kisah masa lalunya yang kelam sebagai pembukaan. Tapi Alhamdulillah berkat pertlongan Allah beliau memutuskan untuk hijrah dan terus belajar menjadi seorang muslimah yang baik.

Materi kedua ini juga saya ga ikutin dari awal, jadi kurang tau gimana caerita awalnya. Tapi beliau bilang
“sekelam apapun masa lalu manusia, dia masih memiliki hak untuk menjadi lebih baik”
“sejahat apapun manusia, pasti masih ada kebaikan di hatinya”
Materi yang saya dapat adalah “LIFE TRIANGEL”. Ka Pewski bilang kalo mau jadi muslim/muslimah yang baik kita harus menerapkan life triangle ini. Apa itu life triangle??


 1.       Focus to Allah
Maksudnya kita selalu menghadirkan Allah pada kejadian yang kita alami. Kita selalu mengaitkan Allah pada hidup kita. kita selalu mengingat Allah ketika masalah menghampiri (positif atau negatif). Pokoknya Allah selalu ada di pikiran kita J

Misalnya, saat ada seorang teman yang ngeliatin kita ampun deh sesuatu banget, dari atas sampe bawah dengan pandangan sinis -_-. seorang yang tidak memfokus kan dirinya pada Allah akan berkata “ yaampun, kenapa si dia ngeliatin gue terus? Sinis banget lagi tampangnya, kan risih. Rese banget deh. Apa jangan-jangan dia gitu ya orangnya?” hahaa beda sama yang memfokuskan dirinya pada Allah, “dia kenapa ngeliatin gue gitu ya? yaAllah apa maksudmu menghadirkan kejadian ini pada saya? Pikir-pikir, kira-kira Allah mau gue belajar apa dari orang ini atu kejadian ini” nah, orang yang memfokuskan dirinya pada Allah akan selalu berpositif thinking tanpa seudzon.

Ketika kita memfokuskan diri pada Allah. Dan saat kita menghadapi sebuah kejadian, kita akan selalu berfikir “kira-kira apa maksud Allah memberikan kejadian ini pada saya?” “apa yang Allah ingin saya pelajari dari kejadian ini?” Dan semua pertanyaan merujuk pada Allah. Dengan begitu kita selalu menjadi hambanya yang positif thingking dan terus belajar atas semua kejadian. Karna Allah tidak pernah memberikan sesuatu pada hambanya hanya karna iseng. Semua yang Allah berikan pada kita pasti ada maksudnya, maka itu kita disuruh berfikir untuk mengerti maksudnya dan belajar dari sana.

2.   Fokus to me
Seperti yang saya tulis tadi, Allah tidak pernah memberikan sesuatu pada hambanya hanya karna iseng. Begitupun saat Allah menciptakan kita. semua orang diciptakan pasti ada maksud dan tujuannya. Mau dijadikan apa dan siapa dia di bumi nanti? Dan Allah telah memberikan semua manusia potensi untuk menunjuang maksud penciptaannya itu.
Semua muslim di muka bumi ini adalah khalifah dan hamba. Itu adalah tugas kita, maka jadilah hamba yang baik, yang taat pada Raab nya. Jadilah khalifah yang bijaksana terlebih pada diri sendiri.

So, ketika kita tahu bahwa Allah menciptakan kita untuk menjadi sesuatu, maka berbahagialah dan jangan pernah berfikir bahwa kita itu tidak penting, kita tidak berguna di bumi ini. Adoh adoooh please deh, itu tanda orang pesimistis. Jadilah manusia yang penuh optimis dalam melihat kehidupan,karna Allah menciptakan kita untuk menjadi sesuatu.
Jadi, berkarya lah, apapun itu di bidang yang kalian suka dan nikmatilah. Maka kebahagiaan akan menghampiri kalian.

“kita harus meninggalkan dunia dengan meninggalkan jejak”
“karya itu adalah sebuah pembuktian bahwa kita pernah hidup”

Jangan sampai ketika kita hidup kita tidak pernah berbuat karya satupun. Dan ketika kita pergi meninggalkan dunia ini, maka yasudahlah. Tidak ada jejak dan pembuktian kalau kita pernah berdiri di bumi ini. Sangat menyedihkan. Jadii semangat berkarya sahabat J

3.       Focus to Others
Kalian pasti tahu gelas kan? Kebangetan kalo ga tau apa gelas. Gelas itu ruangan anak-anak belajar di sekolah. itu kelas hehe ._.v

Okey, kembali ke gelas. Perhatika sebuah gelas dan anggap gelas itu adalah diri kita. seberapa banyak gelas mampu menampung air? Ya seukuran gelas itu kan? Kalau kelebihan, maka airnya bisa luber dan tidak terpakai. Begitupun dengan diri kita. ketika kita hanya memfokuskan diri pada diri sendiri, maka sesuatu yang kita dapatkan dari Allah pun hanya seukuran kita. tapi lihatlah sebuah ember yang lebih besar dari gelas, danau yang lebih besar dari sebuah ember, laut yang lebih besar dari ukuran danau, dan samudra yang sangat-sangat luas.berapa banyak air di samudara? Banyak dan sangat banyak. maka jadilah kita seperti  samudra itu. kita yang sedang berbagi terhadap orang lain, kita yang suka berbagi dan menolong dengan air-air yang kita miliki. Maka Allah akan memberikan kita lebih banyak lagi air untuk terus dibagi-bagikan. Dan seperti itulah kita, semakin banyak kita berbagi pada orang sekitar, Allah akan menambahkan nikmatnya pada kita.

“ilmu yang dibagi-bagikan itu akan mejadi amal jariyah untuk kita yang akan sangat  bermanfaat”
“kita tidak akan pernah miskin dengan berbagi”
“Allah akan menolong hambanya yang senang menolong saudaranya”

Ya begitulah. Focus to others, berarti kita perduli dengan lingkungan sekitar, kita perduli dengan saudara-saudara kita. atau kata bapak saya “hiduplah, belajar, berprestasi, dan berkontribusi. Berbagilah dengan orang sekitar”
Karna berbagi itu indaaaaahhhhh banget J


Nah itulah sedikit materi yang saya dapatkan dari ka pewski. Semoga bisa bermanfaat buat saya dan yang membaca. Kalo kata ka pewski kemarin, udah dapet tolong terapkan biar jadi amal jariah buat ka pewski, hehee

 Oiya dengan kita menerapkan “LIFE TRIANGEL” di kehidupan kita, kita telah menjadi seorang muslim/muslimah yang SYARI-BERPRESTASI-MENGINSPIRASI. Senengkan kalau bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain? Bahagia di dunia, bahagia juga di akhirat.

“Great muslimah berbahagialah kau tunjukan pada dunia
kau mampu warnai dunia, kau warnai langit indah dengan cinta” J
 cuplikan lirik lagu ka pewski-great muslimah


Sebenernya masih ada tentang filosofi bola basket yang saya dapet dari ka pewski juga. Tapi udah capek ngetik. Lain kali saya lanjut share tentang filosofi bola basketnya yaaa. Dan mau share juga tentang pengalaman mewawancarai kedua pembicara hebat itu. hihii :3

Semoga bermanfaat dan maaf kalo ada kesalahan. Wassalamu’alaikum~
 





 

Sabtu, 29 Maret 2014

IKHLAS

Jika ada kader dakwah merasakan kekeringan ruhiyah, kegersangan ukhuwah, kekerasan hati, hasad, perselisihan, friksi, dan perbedaan pendapat yang mengarah ke permusuhan, berarti ada masalah besar dalam tubuh mereka. Dan itu tidak boleh dibiarkan. Butuh solusi tepat dan segera.
Jika merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, kita akan menemukan pangkal masalahnya, yaitu hati yang rusak karena kecenderungan pada syahwat. “Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj: 46). Rasulullah saw. bersabda, “Ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik maka seluruh tubuhnya baik; dan jika buruk maka seluruhnya buruk. Ingatlah bahwa segumpul daging itu adalah hati.” (Muttafaqun ‘alaihi). Imam Al-Ghazali pernah ditanya, “Apa mungkin para ulama (para dai) saling berselisih?” Ia menjawab,” Mereka akan berselisih jika masuk pada kepentingan dunia.”
Karena itu, pengobatan hati harus lebih diprioritaskan dari pengobatan fisik. Hati adalah pangkal segala kebaikan dan keburukan. Dan obat hati yang paling mujarab hanya ada dalam satu kata ini: ikhlas.
Kedudukan Ikhlas
Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162). Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” Rasulullah saw. bersabda, “Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”
Tatkala Jibril bertanya tentang ihsan, Rasul saw. berkata, “Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.” Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”
Fudhail bin Iyadh memahami kata ihsan dalam firman Allah surat Al-Mulk ayat 2 yang berbunyi, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya” dengan makna akhlasahu (yang paling ikhlas) dan ashwabahu (yang paling benar). Katanya, “Sesungguhnya jika amal dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar, maka tidak diterima. Dan jika amal itu benar tetapi tidak ikhlas, juga tidak diterima. Sehingga, amal itu harus ikhlas dan benar. Ikhlas jika dilakukan karena Allah Azza wa Jalla dan benar jika dilakukan sesuai sunnah.” Pendapat Fudhail ini disandarkan pada firman Allah swt. di surat Al-Kahfi ayat 110.
Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya, “Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia ridha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”
Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.” Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”
Makna Ikhlas
Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.
Sedangkan secara istilah, ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.
Seseorang yang ikhlas ibarat orang yang sedang membersihkan beras (nampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.
Karena itu, bagi seorang dai makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian si dai menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” Dai yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘Allahu Ghayaatunaa‘, Allah tujuan kami, dalam segala aktivitas mengisi hidupnya.
Buruknya Riya
Makna riya adalah seorang muslim memperlihatkan amalnya pada manusia dengan harapan mendapat posisi, kedudukan, pujian, dan segala bentuk keduniaan lainnya. Riya merupakan sifat atau ciri khas orang-orang munafik. Disebutkan dalam surat An-Nisaa ayat 142, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”
Riya juga merupakan salah satu cabang dari kemusyrikan. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Riya. Allah berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya, ‘Pergilah pada yang kamu berbuat riya di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu mendapatkan balasannya?’” (HR Ahmad).
Dan orang yang berbuat riya pasti mendapat hukuman dari Allah swt. Orang-orang yang telah melakukan amal-amal terbaik, apakah itu mujahid, ustadz, dan orang yang senantiasa berinfak, semuanya diseret ke neraka karena amal mereka tidak ikhlas kepada Allah. Kata Rasulullah saw., “Siapa yang menuntut ilmu, dan tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan perhiasan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan wangi-wangi surga di hari akhir.” (HR Abu Dawud)
Ciri Orang Yang Ikhlas
Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri yang bisa dilihat, diantaranya:
1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal, baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri; malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”
Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah, berdakwah, dan berjihad.
Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka kedok dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam cirinya. Di antaranya disebutkan dalam surat At-Taubah ayat 44-45, “Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”
2. Terjaga dari segala yang diharamkan Allah, baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka. Disebutkan dalam hadits, “Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendiri melanggar yang diharamkan Allah.” (HR Ibnu Majah)
Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal, baik dalam kondisi sendiri atau ramai, dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.
3. Dalam dakwah, akan terlihat bahwa seorang dai yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi di tangan saudaranya sesama dai, sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.
Para dai yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangannya. Oleh karena itu mereka senantiasa membangun amal jama’i dalam dakwahnya. Senantiasa menghidupkan syuro dan mengokohkan perangkat dan sistem dakwah. Berdakwah untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih popularitas dan membesarkan diri atau lembaganya semata.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/05/03/582/tiga-ciri-orang-ikhlas/#ixzz2xMUKyF10 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Jumat, 14 Maret 2014

He Never Knows My Feeling



Bismillahirrahmanirrahim..

Gua bisa tebak, pertama kali baca judul ini pasti banyak dugaan yang terlintas di kepala kalian. It’s okey… -_-

Huaaa actually gua gak biasa buat posting kayak ginian. Entah apa yag terjadi sama gua malam ini, rasanya gue mau tulis semua uneg-uneg gua. Gak semua sih. Tenang gua fikir ini masih dalam batas aturan yang gua buat sendiri kok.

He? Iya He artinya dia. Dia siapa? Ah, sudahlah.

Intinya, dia itu temen gua *insyaAllah* dan dia juga tetangga gua selama 5 tahun ini. Dia anak laki-laki dan sekarang duduk di kelas 12 di sebuah sekolah swasta yang ada di Indonesia. Terus apa masalahnya? Jadi, selama 5 tahun bertetangga gua sama dia gak pernah ngomong kecuali tentang hal-hal yang urgent bingits. Huhuuu, sebenernya dia anaknya welcome dan friendly keliatan banget dari kesehariannya (jangan mikir gua ngintilin dia terus, kita tetangga bro bener-bener deket banget) tapi ya kesalahan terletak di gua. Gua yang selalu tertutup sama dia, alhasil 5 tahun tetanggaan kita ga saling tahu satu sama lain, parah banget ga si? Atau biasa aja? ckckk

Kejadian diperparah ketika orangtua gua minta tolong ke dia buat selalu berangkat bareng sama gua SETIAP HARI -_-. Kebetulan emang gak cuma rumah kita aja yang tetanggaan, tapi sekolah juga!! dempet malah-_- tapi selama 2 tahun jadi anak SMA gua gak pernah berangkat bareng dia. Awalnya dia emang selalu nawarin buat bareng, tapi gua gak biasa takut risih, akhirnya gua selalu menolak dengan halus. Sebenernya masalah bareng itu, gua udah coba ngomong sama mama kalo gua gak mau berangkat bareng, lebih rela deh naik angkot tapi bapak gak ngizinin buat naik angkot dikarnakan rumah gua yang jauh dari sekolah. Ga ada pilihan lain, gua terima. Gua sebenernya tergolong anak yang tertutup sama lawan jenis, kecuali beberapa. Itu udah jadi pilihan gua, karna gua termasuk anak yang sensitive.

Lalu? Yah awal-awal gak ada yang kita omongin, gua juga bingung harus ngomong apa, harus nanya apa? Masa gua harus nanya “tadi sarapannya sama apa?” aduuh siapa gua? Alhasil gua selalu milih diem. Bebeapa minggu berangkat bareng kita tetep diem, sampai akhirnya dia bilang sama mama gua “naik motor sama *namague* ga enak. Dari pertama naik sampe turun diem aja gak ngomong apa-apa” gilaaaaa pas mama gua cerita itu ke gua, aduh malu banget. Ternyata dia gak suka kalo gua diem aja. Sebenernya pernyataan dia bikin gua tambah risih dan merasa bersalah juga sih -_-.
Percakapan terpanjang kita adalah tentang banjir *aneh* entah tapi hari itu, banjir menjadi topik yang menarik buat diperbincangkan. Emang si awalnya dia yang ngomong duluan, gua mana berani.

Dan kabar buruknya sampai saat ini gua masih berangkat bare g sama dia, cuma gua ga sediem dulu. Saking ga enaknya “kadang” sebelum berangkat gua selalu siapin kata-kata atau topik yang bakal diomongin nanti, sayangnya ini jarang berhasil kebanyakan hanya rencana. Udah hampir 4 bulan kita berangkat bareng, tapi tetep aja gua gak tau dia suka warna apa, suka kartun apa, suka pelajaran apa, dan sekolah dia kayak gimana. Begitupun sebaliknya. Dan kalo di rumah ketemu, kita diem aja, gak tau harus ngomong apa. Seolah-olah tadi pagi gak ada kejadian apa-apa, padahal kita berangkat bareng -_-

Lucunya kejadian yang gua alami ini, buat gua tahu kenapa kalo ada cowok yang mau nyatain perasaannya dia selalu grogi dan nyiapin kata-kata beberapa bulan lamanya. Hal ini juga bikin gua tahu kenapa kalo orang mau ngajak kenalan itu bingung harus mulai dari mana. Gila, gua bener-bener ngalamin hal itu. setiap kali gua mau ngomong sama dia, gua selalu bingung harus mulai dari mana, pilihan katanya gimana, intonasinya gimana, pemilihan diksi bener-bener gua perhatiin. Dan yang paling gua fikirin, kira-kira dia bakal mikir apa tentang pertanyaan gua itu. Padahal kenyataannya diri ini pengen banget ngobrol sama dia. Cerita banyak hal tentang sekolah gua, nanya banyak hal tentang sekolahnya dia, mau lanjut kemana nanti? Mau juga ngucapin kaliamat yang bisa nyemangatin dia buat menghadapi ujian nanti meskipun cuma sekali. Tapi gua gak pernah berani. Entah gua terlalu takut.

Jujur sebenernya gua bingung kenapa gua kayak gini. Gua pernah cerita sama temen sekelas tentang ini, dan dia bilang itu tandanya gua suka sama dia. Gua ngelak!! Karna dari awal gua udah bilang sama diri sendiri buat gak suka sama dia. Gua gak mau punya rasa suka sama lawan jenis untuk saat ini, ets bukan berarti gua gak normal. Cuma, ya seperti yang gua bilang tadi, gua itu sensitive, begitupun sama perasaan gua. Setiap kali gua suka sama orang bakal bikin gua susah konsentrasi, rasanya mau ketemu si doi mulu dan itu bener-bener ngeganggu segala aktifitas gua. Makanya gua gak mau suka sama dia, apalagi kita tetangga, adooohh udah deh. Tapi gua juga bingung kadang kalo lagi di luar gua selalu negok ke rumah dia, entah apa yang dicari. Sebenernya sih mau nyari dia, tapi gua selalu nolak “cari sandal gua yang kelempar kesana” hahaa alasan yang gak masuka akal.

Sebernya bukan bermaksud membohongi perasaan atau tidak menerima kenyataan, tapi gua fikir Silent is better. Hopefull setelah ini, perasaan gua ke dia yang entah seperti apa -gua juga masih bingung- bakal hilang. Satu hal yang gua pelajari, ketika kita mimiliki perasaan suka dengan lawan jenis yang belum halal, maka kita harus dengan tega membuang perasaan itu jauh-jauh. Dan itu yang terjadi sama gua. Yaudahlah ya, kalau nanti emang jodoh akhir cerita ini gak akan absurd lagi kok, tapi bakal jadi happy ending yang bener-bener happy. hahaa~~~

Minggu, 09 Maret 2014

introduction

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ohaiyou minnasan
Alhamdulillah di tengah cuaca yang dingin-dingin empuk kayak gini, akhirnya gue berhasil juga membuat sebuah blog. sebenernya ini blog ke 6 yang pernah gue buat, tapi sayang kelima blog gue yang sebelumnya meninggal dunia *innalillahi* gue termasuk golongan remaja mood-mood an. jadi kalo lagi mood buat ngeblog, gue bisa lupa waktu. tapi kalo bosen ngeblog, wets bisa berbulan-bulan ni blog kagak dibuka, makanya blog gue yang sebelumnya pada mati karna gue lupa terus sama passwordnya. gue tau kebiasaan ini gak baik, tapi ya itulah gue tipikal remaja yang bosenan.

udahlah ya, gue fikir dengan munculnya blog baru ini gue bisa membuka lembaran baru yang lebih indah dan lebih bermanfaat pastinya. dan semoga gue gak lupa-lupa lagi deh sama passwordnya dan hopefully, this's the last blog that I made. hahaa

insyaAllah after this I'll more active here, dalam catatan kalo kuota internet gue gak abis broo, ya you know lah gimana keadaan kantong pelajar. but beside that, gue bakal usahain buat ngisi blog ini dengan informasi-informasi yang berguna. mungkin gue juga kadang-kadang curhat disini, dan bisa juga gue ngeshare cerpen-cerpen gue disini.

so have a nice reading in my blog guys.... ._.v
#i'm a dream catcher